Thursday, 24 July 2014

Sama Bangga






Saat ini Samarinda sedang dalam proses berkembang untuk menjadi kota yang benar-benar TEPIAN; teduh, rapi dan aman. Dari ketiga penggalan kata tadi yang saya rasakan memang poin kedua Samarinda belum begitu baik atau tepatnya benar-benar sedang dalam perkembangan. Untuk daerah kota seperti Samarinda masih banyak daerah atau ruas jalan yang bikin kita warganya hanya bisa menggelengkan kepala saat melihatnya. Untuk kerapian Samarinda memang belum begitu baik tapi ada harapan untuk itu asal para warganya juga berniat menjaga kebersihan dan kerapian kota ini.

Kata paling baik menggambarkan Samarinda sekarang memang cocok disebut membangun diri. Kita bisa liat Samarinda yang sekarang semakin tumbuh dibandingkan Samarinda yang satu atau dua tahun sebelumnya. Saya boleh jujur, itu menyenangkan sekali. Dari segi infrastuktur jalan misalnya, sudah di mulai proses penambahan ruas jalan di daerah Muara Teluk Lerong. Saya melihat sketsa yang dipajang pada seng-seng penghalang itu saja sudah bisa memperkirakan bahwa ini ketika rampung nanti akan semakin menambah panorama sungai dan ruas jalan kota yang semakin terlihat tertata. Biar semakin jelas bahwa Samarinda adalah kota yang tak kalah hiruk pikuk tetapi tetap tau bahwa alam punya peran hebat yang perlu terus dijaga. Siapapun tentu tidak mau melihat sungai Mahakam turun ke jalan raya karena kebiasaan buruk buang sampah sembarangan.
Dalam usaha Samarinda untuk terus menata diri saya merasakan dan melihat itu. Saya mendengar ucapan dari warga asli Samarinda yang dengan gampangnya meremehkan apa yang sedang coba dibangun di sini. Salah seorang teman yang kuliah di luar kota atau spesifiknya pulau Jawa pernah mengatakan bahwa Samarinda jauh tertinggal dengan kota-kota yang ada di sana. Terlalu banyak hal yang ada di sana tapi belum ada di Samarinda. Mungkin benar pandangan semacam ini kalau saja tidak dibuat keliru. Samarinda memang perlu patokan untuk menakar diri sejauh apa telah berjalan. Justru yang sering kali keliru adalah sikap (mindset) dari para warga di sini yang terlanjur psimis Samarinda tidak mampu semaju kota-kota yang berada di pulau Jawa. Padahal tidak ada salahnya untuk percaya pada tanah borneo ini.

Mereka yang kurang percaya terhadap apa yang telah diusahakan pemerintah kota Samarinda dengan terang-terangan berusaha psimis. Ini tak ubahnya seperti peran seorang Ayah yang telah banting tulang agar para anaknya dapat tumbuh dengan nyaman tetapi si anak malah lebih membanggakan Ayah gang sebelah. Saya sendiri sangat percaya bahwa Samarinda setidaknya selalu bisa lebih berkembang dan lebih nyaman untuk ditinggali.

Saya pun bukan tidak membandingkan Samarinda dengan kota-kota lain. Ketika keluar kota atau yang jauh lebih murah menonton televisi acara jalan-jalan saya sering dibuat iri sendiri dengan ketersidiaan dan kemudahan yang ada di kota-kota luar. Saya juga bergumam kepada diri sendiri, kira-kira kapan Samarinda bisa seberkembang itu. Tapi layaknya doa kita warga Samarinda harus bisa percaya pada apa yang sedang diusahakan kota ini untuk kita. Karena itu yang saya liat, saat seseorang mulai membandingkan sadar atau tidak sadar selalu ada mata pisau yang mengancam alam bawah sadar kita untuk tidak percaya pada diri sendiri kecuali kita mampu jeli.

Saya berandai-andai kalau saja Samarinda dan semua kota lainnya di Indonesia itu sama mungkin wisatawan lokal sudah dapat dihitung hanya dengan batangan satu kemasan rokok. Sudah tidak ada lagi yang mau jalan-jalan keluar kota karena semua terasa sama dan tidak ada bedanya. Wisatawan asing sudah malas datang karena Indonesia begitu-begitu saja semua kotanya. Saya juga tak habis pikir kenapa membayangkan hal yang mengerikan begini. Tapi untung saja Indonesia tidak akan bisa jadi seperti itu karena kita sama-sama tau Indonesia ragam akan budaya dan kekayaan alam. Setiap daerah kota punya ciri khasnya masing-masing. Itu kenapa sepatutnya kita bersyukur karena Samarinda bisa jadi dirinya sendiri dan kita dapat berbangga membangun Kalimantan Timur. Samarinda butuh cinta dari kita para warganya.

Kita itu satu Samarinda, satu sama bangga.

No comments:

Post a Comment