Anda mungkin pernah dengar soal orang-orang yang ada disekeliling anda berkata bahwa Samarinda tidak punya tempat parawisata yang menarik. Samarinda adalah kota yang sering dianggap remeh soal pariwasata yang dijajalkannya. Anda pernah mendengar hal semacam ini juga kan? Saya harap saya tidak sendiri soal ini.
Banyak
orang memandang Samarinda sebagai kota yang kurang mempunyai objek wisata yang
mumpuni sebagai sebuah ibukota Kalimantan Timur. Saya sering mendengar keluh
kesah semacam ini dari teman-teman kelas yang ingin berekreasi setelah biasanya
dibuat penat dengan semua tugas sekolah. Bahkan tidak jarang saya dengar
kalimat bernada miring seperti ini datang dari teman-teman yang ada diluar kota
Samarinda. Jika mereka yang berkata seperti ini membandingkan parawisata
Samarinda dengan apa ada yang di Bali pasti mereka mabuk. Di sini saya lebih
tepatnya kurang setuju dengan pandangan seperti itu. Saya lebih suka dan berani
menyebut bahwa parawista di Samarinda sering kali tidak mau diliat.
Mungkin
benar Samarinda bukan kota sekaya parawisata di Yogyakarta, Bali, Bandung,
Makassar dan kota-kota besar lainnya. Lagi pula Samarinda itu bukan kota tanpa
parawisata. Sebenarnya punya namun sering disepelekan. Sering dianggap orang
membosankan padahal orang itu pun sekalipun belum pernah mengunjungi langsung
tempat wisata itu. Serupa menebak-nebak “Jika saya pergi ke Pampang pasti saya
menghabiskan tenaga dan akan kebosanan setengah mati.” Hal seperti ini yang
saya cekal. Dia sendiri yang tidak mau mengunjungi tapi sudah seenak jidat
mencaci.
Saya
mungkin tidak akan terlalu kecewa dengan orang-orang yang tinggal di luar
Samarinda tapi sudah berani memandang sebelah mata Samarinda. Paling-paling sebelah
mata orang seperti ini gemar dicolok ketidaktahuan. Tapi beda rasanya ketika
mendengar penuturan warga Samarinda asli yang seperti rendah diri dengan kota
ini. Saya jengkel dengan orang sejenis ini. Bapak saya seorang perantau yang
sudah tinggal 20 tahun lebih di sini dan bukan warga Samarinda asli pernah bilang
kepada saya dan mungkin bisa saya kutip begini “Kamu itu lahir di Samarinda,
kamu makan melalui tanahnya, kamu minum juga lewat sungainya. Jadi, jangan
pernah sekalipun kamu benci dengan kota ini.
Iya juga.
Padahal bukankah dulunya kota ini dibangun dengan alasan sama rendah maka sudah
sepantasnya tidak ada yang sombong bahkan merasa rendah diri terhadap kota ini.
Baiklah, masih belum lepas mengenai banyak pandangan sebelah mata tentang wisata Samarinda. Kalau sekiranya anda sungkan bertanya, sungkan mencari tau bahkan hanya dengan menulis keyword berupa “Parawisata Samarinda” di mesin pencari sekelas Google anda juga enggan. Maka dengan senang hati saya beri tau beberapa parawisata di Samarinda, setidaknya yang saya tau pasti saja.
Saya
tawarkan kepaada Anda sekalian taman wisata budaya Pampang untuk yang gemar
berwisata sambil mengetahui lebih dalam mengenai kebudayaan suku dayak.
Tak jauh-jauh kalau rumah anda di Samarinda Seberang ada pusat pertenunan asli di Samarinda bahkan anda bisa sekalian berjalan-jalan untuk berwisata religi di masjid tertua di Samarinda.
![]() |
| Taman Budaya Wisata Pampang, anda bisa menambah ilmu. Gambar dicomot dari dinasparawisatasamarinda.blogspot.com |
Tak jauh-jauh kalau rumah anda di Samarinda Seberang ada pusat pertenunan asli di Samarinda bahkan anda bisa sekalian berjalan-jalan untuk berwisata religi di masjid tertua di Samarinda.
Kalau anda ingin wisata kuliner anda bisa berjalan-jalan di kampung nasi kuning di Lambung Mangkurat.
![]() |
| Kampung Nasi Kuning, wisata kuliner bagi anda-anda sekalian. Gambar dicomot dari
commons.wikimedia.org
|
Dan jika anda ingin lebih dekat dengan alam juga hutan asli yang ada di tanah ini, wisata tanah merah, bukit bengkirai bisa jadi daftar wajib yang anda harus kunjungi.
| Wisata Air Terjun Tanah Merah, anda bisa sekalian lebih dekat dengan hutan. Maaf, sumber gambar lupa. |
Saya seperti sudah berlagak seorang promotor parawisata handal di tulisan saya sendiri padahal saya tidak begitu ahli untuk promosi. Salah seorang kawan di BBM yang minta pinnya dipromosikan saja selalu saya tolak. Dan satu lagi wisata favorit saya yang paling tidak bisa dikalahkan dari Samarinda adalah tepian dan pemandangan luar biasa dari sungai Mahakam yang gagah membelah sepanjang 920 KM. Bukan main indahnya dan tak bosan mata saya menjelajahi. Pernah waktu saya kecil dulu saya mandi sore di pinggir sungai Mahakam bersama teman-teman kala itu. Yang kalau saya ingat-ingat lagi sekarang, kenangan masa kecil itu jadi satu dari sekian alasan yang membuat saya senang hidup di Samarinda. :’)
Entah kenapa mungkin saya akan turut senang jika anda membuat pengakuan soal anda yang berekreasi keluar kota karena memang anda sudah mencoba semua parawisata di Samarinda. Sebaliknya saya tau persis kenapa saya tidak suka ketika anda memandang sebelah mata parawisata Samarinda tanpa pernah mengunjuginya satu persatu. Setiap kota punya keunggulannya masing-masing. Saya pikir Samarinda sudah terlalu kaya untuk kita mengeluh wisata Samarinda yang tak sekaya pulau Jawa. Biarkan Samarinda dengan wisatanya sendiri.
Sekarang, silahkan
dinikmati.


.jpg)


No comments:
Post a Comment